Di halaman ini
- Apa itu kapal phinisi, dan mengapa ejaannya ada dua?
- Apa yang membuat sebuah kapal disebut pinisi?
- Dari mana kapal pinisi berasal?
- Bagaimana kapal pinisi dibuat?
- Terbuat dari apa, dan seberapa besar kapal ini?
- Apa arti pengakuan UNESCO 2017?
- Apa peran situs ini bila saya ingin memesan kapal?
- Panduan mana yang sebaiknya saya baca lebih dulu?
- Apa saja pertanyaan umum tentang kapal phinisi?
- Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Bagaimana cara menghubungi desk kami?
Oleh Kapal Phinisi Editorial Desk
Kapal phinisi, dengan ejaan baku pinisi, adalah kapal kayu tradisional Sulawesi Selatan yang memakai sistem layar dua tiang dengan tujuh hingga delapan layar. Kata pinisi merujuk pada susunan layarnya, sedangkan lambungnya bisa palari, jonggolang, atau lambo. Keahlian membuatnya berpusat di Bulukumba dan tercatat dalam daftar warisan budaya takbenda UNESCO sejak 2017.
Apa itu kapal phinisi, dan mengapa ejaannya ada dua?
Kapal phinisi dan kapal pinisi menunjuk benda yang sama. "Pinisi" adalah ejaan baku bahasa Indonesia. "Phinisi" lahir dari upaya meniru pelafalan katanya, pertama dipakai untuk nama kapal Phinisi Nusantara pada 1986, lalu menyebar lewat industri wisata, seperti dicatat artikel Pinisi di Wikipedia bahasa Inggris. Nama situs ini memakai ejaan populer tersebut. Di dalam tulisan kami memakai "pinisi", kecuali untuk nama diri.
Perbedaan satu huruf itu tidak mengubah arti, tetapi berpengaruh saat Anda menelusuri sumber. Berkas UNESCO dan keterangan lambang daerah Bulukumba menulis "pinisi", sedangkan nama kapal ekspedisi 1986 memakai "phinisi". Karena itu, cari dengan kedua ejaan bila Anda memeriksa dokumen atau katalog. Riwayat huruf "h" itu kami bahas sendiri di panduan ejaan pinisi atau phinisi.
Apa yang membuat sebuah kapal disebut pinisi?
Yang menentukan adalah tiang, layar, dan tali-temalinya. Menurut artikel Pinisi di Wikipedia bahasa Indonesia, sistem ini terdiri atas dua tiang yang membawa tujuh hingga delapan layar, diatur seperti gaff-ketch dengan standing gaffs, yang dalam arti umum dunia layar berarti gaff yang tetap di atas. Bentuk lambung di bawahnya bisa berbeda-beda. Banyak tulisan populer keliru di titik ini ketika menyebut pinisi sebagai bentuk badan kapal.
Tabel berikut merangkum tiga lambung yang membawa layar pinisi, dengan sumber yang sama.
| Lambung | Ciri yang dicatat sumber | Kemudi |
|---|---|---|
| Palari | Lunas melengkung, memakai salompong dan ambeng | Dua kemudi samping |
| Jonggolang | Muncul pertengahan abad ke-20, dibangun langsung setinggi pesanan | Tidak dirinci sumber |
| Lambo | Pinisi modern atau perahu layar motor bermesin diesel | Satu kemudi tengah |
Pembedaan ini punya akibat praktis. Saat seseorang menawarkan atau mengisahkan "kapal pinisi", kata itu baru menjelaskan rig. Anda masih perlu bertanya lambungnya apa, kemudinya di mana, dan apakah layarnya benar-benar dipakai. Ketiga pertanyaan itu dijawab lebih rinci di perbedaan pinisi dan lambo.
Dari mana kapal pinisi berasal?
Asalnya Sulawesi Selatan, dan pusat keahliannya ada di Kabupaten Bulukumba. Berkas UNESCO menyebut Tana Beru, Bira, dan Batu Licin sebagai pusat pembuatan kapal. Sumber ensiklopedia menambahkan bahwa pembuatnya adalah orang Bira, Ara, Lemo-Lemo, dan Tana Beru yang berbahasa Konjo. Perbandingan kedua daftar itu ada di panduan kapal pinisi Bulukumba, dan satu sentranya diulas tersendiri di halaman Tana Beru.
Soal usia, sistem layar ini lebih muda daripada klaim yang sering diulang di brosur. Penelitian menempatkan kemunculannya pada abad ke-19, dan pada masa itu pelautnya memakai nama lain untuk kapal mereka. Urutan peristiwanya, termasuk legenda yang menyertainya, kami susun di sejarah kapal pinisi.
Bagaimana kapal pinisi dibuat?
Ciri teknisnya yang paling mudah diingat adalah urutan papan dulu, gading kemudian. ICH Courier terbitan UNESCO-ICHCAP menjelaskan bahwa papan lambung dirangkai menjadi kulit kapal lebih dahulu, lalu kerangka dipasang mengikuti bentuk lambung, dengan sambungan memakai pasak kayu. Pekerjaan dipimpin kepala tukang yang disebut punggawa. Sejumlah tahap bernama sendiri, dan upacara tercatat pada peletakan lunas serta Appasili.
Bagi pembaca umum, urutan itu menjelaskan mengapa pembuatan pinisi menarik dilihat dan mengapa bentuk lambung sangat bergantung pada tukangnya. Bagi calon pemesan, urutan itu menentukan apa yang bisa diperiksa pada tiap tahap. Uraian lengkapnya ada di tahapan pembuatan kapal pinisi.
Terbuat dari apa, dan seberapa besar kapal ini?
Bahan utamanya kayu, dan jenisnya dipilih menurut fungsi bagian kapal. Sebuah jurnal UIN Alauddin, misalnya, mencatat kayu naknasa dipilih karena seratnya kedap air dan penyusutannya kecil. Daftar kayu lain beserta tingkat kepastiannya kami pisahkan di panduan kayu kapal pinisi, karena tidak semua klaim tentang kayu punya dasar yang sama kuat.
Soal ukuran, rentangnya lebar. Wikipedia bahasa Indonesia mencatat sebuah perahu layar motor yang selesai di Bulukumba pada 2011 dengan panjang 50 meter, lebar 9 meter, dan kapasitas sekitar 500 ton. Di ujung lain ada palari kecil yang jauh lebih pendek, dengan angkanya tersaji di panduan ukuran kapal pinisi. Kisaran gross tonnage dan jumlah kabin kapal wisata tidak kami tulis, karena belum ada rujukan yang bisa ditautkan.
Apa arti pengakuan UNESCO 2017?
UNESCO mencatat "Pinisi, art of boatbuilding in South Sulawesi" dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2017, dengan nomor berkas 01197. Perhatikan judulnya: yang didaftarkan adalah seni membuat kapal, yaitu pengetahuan dan praktik komunitasnya. Jadi kalimat "kapal ini warisan UNESCO" tidak tepat bila dipakai untuk satu kapal tertentu. Yang benar, kapal itu dapat dibuat dengan tradisi yang diakui, dan hal tersebut pun masih perlu diperiksa. Pembahasan keputusan dan isi berkasnya ada di halaman kapal pinisi dan UNESCO.
Apa peran situs ini bila saya ingin memesan kapal?
Kapal Phinisi adalah brand spesialis di bawah Juara Holding Group, berisi panduan bersumber dan desk permintaan. Situs ini sendiri bukan pihak kontrak. Kontrak konstruksi, reparasi, refit, dan penjualan kapal diterbitkan PT Komodo Galangan Nusantara, dengan lokasi kerja yang ditulis di penawaran. Biaya, bila ada, dan termin pembayaran ditulis di penawaran.
Ada satu hal yang perlu terbuka sejak awal: permintaan lewat desk dapat berujung pada kontrak dengan perusahaan kami. Maka perlakukan panduan di situs ini sebagai alat bantu, dan uji penawaran kami dengan pertanyaan yang sama seperti penawaran lain. Halaman ini juga tidak memuat biaya pembangunan. Kisaran di situs lain, termasuk situs dalam grup usaha kami, bukan penawaran dan tidak kami pakai sebagai fakta.
Agar permintaan bisa dijawab dengan jelas, siapkan keterangan berikut sebelum menghubungi desk:
- Fungsi kapal: wisata, angkutan, atau pribadi.
- Perkiraan panjang dan jenis lambung yang Anda bayangkan.
- Apakah layar akan dipakai berlayar atau terutama sebagai tampilan.
- Wilayah operasi dan rencana pendaftaran kapal.
- Target waktu dan kisaran anggaran Anda sendiri.
Alur lengkapnya ada di panduan memesan kapal pinisi, dan surat-surat yang perlu disiapkan ada di panduan dokumen kapal.
Panduan mana yang sebaiknya saya baca lebih dulu?
Pilih menurut kebutuhan Anda. Setiap halaman di bawah menjawab satu urusan dan menyebut sumbernya sendiri.
| Kebutuhan Anda | Mulai dari |
|---|---|
| Tugas sekolah atau rangkuman singkat | Materi kapal pinisi |
| Memahami susunan layar | Layar kapal pinisi |
| Memahami sebutan panrita lopi | Panrita lopi |
| Berkunjung ke tempat pembuatan kapal | Wisata galangan |
| Menilai tempat pembuatan kapal | Galangan kapal pinisi |
| Mencari jawaban cepat | Pertanyaan umum |
Apa saja pertanyaan umum tentang kapal phinisi?
Apakah kapal phinisi dan kapal pinisi berbeda?
Tidak. Keduanya kapal yang sama. Pinisi adalah ejaan baku, sedangkan phinisi adalah varian populer yang pertama dipakai untuk nama kapal pada 1986.
Apakah pinisi termasuk jenis lambung?
Tidak. Pinisi adalah nama sistem layar. Lambung yang membawanya bisa berupa palari, jonggolang, atau lambo, sehingga dua kapal berlayar pinisi dapat memiliki badan yang berbeda.
Kapal pinisi berasal dari daerah mana?
Dari Sulawesi Selatan. UNESCO menyebut Tana Beru, Bira, dan Batu Licin sebagai pusat pembuatan kapal, sedangkan Wikipedia menyebut orang Bira, Ara, Lemo-Lemo, dan Tana Beru di Kabupaten Bulukumba.
Kapal pinisi terbuat dari apa?
Dari kayu. Papan lambung dirangkai dan disambung dengan pasak kayu, lalu gading dipasang mengikuti bentuknya. Jenis kayunya berbeda menurut bagian kapal dan dibahas di panduan kayu kami.
Apakah semua kapal pinisi masih mengandalkan layar?
Tidak. Lambung lambo, yang dipakai pinisi modern, bermesin diesel. Karena itu tanyakan langsung apakah layar sebuah kapal dipakai untuk berlayar.
Apakah situs ini pihak kontrak dalam pemesanan kapal?
Tidak. Situs ini berisi panduan dan desk permintaan. Pihak yang menerbitkan kontrak disebutkan di bagian peran situs pada halaman ini dan di footer.
Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- UNESCO: Pinisi, art of boatbuilding in South Sulawesi
- Wikipedia bahasa Indonesia: Pinisi
- Wikipedia bahasa Inggris: Pinisi
- ICH Courier UNESCO-ICHCAP: teknik lambung
- Jurnal UIN Alauddin: kayu dan pasak kapal pinisi
Bagaimana cara menghubungi desk kami?
Kirim keterangan di atas lewat WhatsApp 6281139414563 atau email bd@juaraholding.com. Koreksi sumber juga kami terima di dua saluran itu.
Kirim jenis kapal, ukuran, dan pekerjaannya. Desk menjawab dengan penawaran tertulis.
Minta penawaran lewat WhatsApp bd@juaraholding.com